JAKARTA, PWMOI.COM| Sebuah organisasi baru dibentuk dari akar pulau Madura dengan nama Ormas Tanduk Majeng Nusantara. Menjadi tempat ikatan masyarakat warga Madura diperantauan se-nusantara dan luar negeri dalam melakukan perubahan menuju masyarakat warga Madura yang lebih sejahtera.
Nama Tanduk Majeng Nusantara dibuat sebagai simbul ormas, merupakan pengejawantahan akan perlunya sebuah kekuatan dengan visi dan misi besar yang ditopang akar budaya, ikatan, komitmen, serta semangat untuk melakukan perubahan bagi kesejahteraan, keadilan dan kemakmuran masyarakat warga Madura, namun tetap berpegang pada prinsip spritualitas.
Tanduk itu menunjukkan pertahanan diri, kekuatan dan pertarungan menghadapi perubahan.
Majeng merupakan bentuk perjuangan masyarakat warga Madura untuk mengubah hidup berani mengarungi lautan Samudera sekalipun, guna memperoleh penghidupan yang layak.
Nusantara adalah simbol bahwa para penimpin warga Madura harus hadir mewadahi masyarakat warga Madura diperantauan se-Nusantara dan luar negeri.

Sebagai sebuah ormas, Tanduk Majeng akan mewadahi masyarakat warga Madura, tanpa membedakan latarbelakang agama, golongan, pendidikan maupun partai politik.
Tanduk Majeng hadir mendorong perubahan dengan semangat amar ma’ruf nahi munkar dan menanduk berbagai penyakit sosial yang merugikan masyarakat warga Madura.
Ormas Tanduk Majeng, digagas dan dilakhirkan oleh Drs.Kanjeng Raden Haryo (KRH). HM.Jusuf Rizal,SH,SE,M.Si, keturunan Raja Sumenep, Arya Wiraraja, pendiri kerajaan Majapahit bersama Maha Patih Radeng Wijaya.
Tidak heran simbol logo Tanduk Majeng Nusantara kental dengan nuansa kerajaan jaman dulu yang dikemas kekinian modern.
Sebagaimana sebuah Ormas, Tanduk Majeng Nusantara berbasis anggota yang memiliki visi yang sama. Kecil tapi rukun, besar bisa damai. Didedikasikan untuk kepentingan masyarakat warga Madura dan masyarakat umum untuk keharmonisan antar agama, suku, etnis maupun budaya dalam bingkai NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) berlandaskan agama, Undang Undang Dasar 1945 dan Pancasila.
Menurut, Jusuf Rizal, Ormas Tanduk Majeng Nusantara didirikan atas arahan, masukan dan petunjuk dari para sesepuh, tokoh dan ulama masyarakat warga Madura, guna menghindari stikma negatif yang menggunakan lebel Madura, namun dalam implementasinya jauh dari semangat keagamanan yang menjadi kekuatan utama masyarakat warga di Pulau Madura.
Ormas Tanduk Majeng Nusantara, akan melengkapi keberadaan ormas yang telah ada dan tumbuh dengan visi dan misi masing-masing, guna memajukan seluruh masyarakat warga Madura.

Ormas Tanduk Majeng Nusantara lahir, ibarat bayi suci tanpa konflik. Semua saudara, namun memiliki sikap tegas, yang bisa melawan kedholiman, seperti Korupsi, Narkoba, Judi, dan lainnya dengan tanduknya untuk sebuah perubahan bagi kepentingan dan kemaslahatan masyarakat warga Madura secara khusus, dan se-Nusantara, secara umum.
Ormas Madas Nusantara memiliki komitmen kebangsaan dengan jargon Membangun Indonesia dan Menjaga Negeri, serta sebagai mitra TNI POLRI guna menciptakan stabilitas yang kokoh untuk tegaknya NKRI.
Tidak heran dalam logonya bendera Merah Putih berkibar kokoh. Memiliki program unggulan Membina, Melindungi dan Mensejahterakan masyarakat Warga Madura.
“Kami ingin membangun Sumberdaya Manusia (SDM) berkualitas. Bukan Ormas Preman. Mendidik Generasi Emas (2045), agar Generasi Muda Madura siap membangun Pulau Madura menuju Propinsi atau Pulau yang mampu membawa perubahan bagi kesejahteraan masyarakatnya. Jangan biarkan Pulau Madura terus miskin,” tegas Jusuf Rizal, tokoh penggiat anti korupsi Relawan Prabowo Subianto dan Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) itu.







