KBM UNPAM: Tegakkan Supremasi Sipil, Adili Pelaku Kekerasan Andrie Yunus di Peradilan Umum

📝 Otak intelektual penyiraman air keras harus ditangkap

JAKARTA, PWMOI.COM – Kalangan mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Pamulang  (KBM-Unpam) mendesak aparat penegak hukum transparan dan tuntas dalam menangani kasus menyiramkan air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus.

Kalangan intelektual muda dari Unpam menekankan pentingnya transparansi penanganan kasus ini, sekaligus mengungkap dalang utama atau aktor intelektual di balik penyiraman air keras tersebut.

“Kami dari KBM Unpam meminta negara tidak berhenti hanya pada pelaku di lapangan. Harus diungkap secara terang siapa yang merencanakan, siapa yang memerintahkan hingga aksi kekerasan tersebut terjadi,” kata aktivis KBM Unpam dalam pernyataan sikapnya pada Sabtu (19/4/2026).

Desakan KBM Unpam ini sejalan dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya menegaskan pentingnya pengusutan menyeluruh.

Karena itu, KBM Unpam menuntut aparat harus berani buka-bukaan tentang motif di balik kejahatan tersebut. Sebab kejelasan tentang motif sangat penting agar tidak muncul spekulasi liar di masyarakat, termasuk dugaan adanya kepentingan politik yang bermain.

“Publik berhak tahu apa yang sebenarnya terjadi, dan siapa yang berada di balik peristiwa ini,” demikian salah satu poin tuntutan KBM Unpam.

Selain itu, mereka menegaskan proses hukum harus berjalan secara transparan, independen, dan akuntabel. KBM Unpam menilai keterbukaan menjadi kunci agar publik dapat mengawasi jalannya penegakan hukum tanpa intervensi pihak mana pun.

Dalam tuntutan lainnya, mahasiswa meminta agar pelaku dari unsur militer diproses melalui peradilan umum.

Mereka merujuk pada mekanisme koneksitas dalam KUHAP, sehingga proses hukum dapat berlangsung secara terbuka dan tidak terbatas pada peradilan militer.

KBM Unpam juga menyoroti pentingnya penegakan supremasi sipil. Mereka mendesak negara memastikan institusi militer tetap tunduk pada prinsip demokrasi serta tidak melakukan intervensi terhadap ruang sipil.

“Kasus penyerangan terhadap Andrie Yunus hingga kini masih menjadi sorotan publik. Desakan dari berbagai pihak terus menguat agar pengusutan dilakukan secara menyeluruh dan transparan hingga ke akar permasalahan,” demikian sikap KBM Unpam.